0

[Cerbung] Black Butterfly Syndrome: Chapter 1

Ini chapter pertama dari proyek cerbung Black Butterfly Syndrome, mohon maaf bila ada kesamaan dalam hal apapun, jika hal ini terjadi, maka ini murni ketidaksengajaan. Selamat membaca 🙂

Black Butterfly Syndrome
Chapter 1: kokuchou.net

Nick menghela napas.

Nick jenuh. Berurusan dengan gadget tiada gunanya. Tidak ada siapapun yang bisa ia ajak ngobrol atau video call. Ia juga sudah bosan dengan aplikasi dan game-game yang terinstal pada ponsel pintar miliknya.

Sahabatnya pasti sibuk dengan urusan masing-masing. Nick yakin Shia sedang memainkan game khusus perempuan dan berdelusi dengan pacar-pacar dua dimensinya. Alex sibuk dengan game online terbarunya. Kalau Rena dan Lyra tentu saja sudah berada di alam mimpi, mengingat mereka berdua adalah gadis yang penurut dan alim. Nick seratus persen yakin dengan kemungkinan tersebut.

Sama seperti hari-hari biasa, malam ini Nick sendirian di kamar. Hanya duduk dan menatap layar laptop yang menyala dengan pandangan tak fokus. Lagu Miracles May karya Itou Kanako mengalun pada earphone yang sedang menempel di kedua lubang telinga Nick. Pada layar laptopnya, terpampang program browser yang sedang berjalan. Google Chrome dengan setia menunggu siapapun untuk mengisi search bar yang kosong dan menekan tombol pencaharian. Nyatanya Nick sendiri tidak tahu apa yang sedang ia pikirkan dan apa yang ingin ia ketik dan cari tahu.

Rasa jenuhnya bertambah dua kali lipat karena otaknya masih buntu. Nick masih terus berandai-andai tentang hal apa yang harus ia telusuri. Mencari meme-meme terbaru? Membaca fanfiksi rekomendasi Shia? Membaca komik seperti yang biasa dilakukan Lyra? Tidak untuk ketiga-tiganya. Nick tidak suka membaca hal-hal dalam bentuk tulisan. Kalau komik, ia masih doyan. Hanya saja Nick tidak pernah membeli komik dan hanya meminjam milik Lyra atau membaca online. Kalau mencari meme-meme terbaru ia sudah bosan, begitu pula dengan membaca komik online.

“Ahhh! Bosan banget!”

Nick menggerutu sembari menggerakkan kursor layar kesana kemari. Waktu pada windows menunjukkan pukul sebelas malam. Tadinya Nick sudah berupaya untuk tidur, namun gagal. Makanya remaja itu sedang jenuh karena tidak bisa tidur dan bingung dengan apa yang harus ia lakukan. Meski sudah tiga puluh menit berlangsung, mesin pencaharian Google Chrome masih kosong.

Mungkin aku harus meminum obat tidur…

Tiba-tiba sebuah ide terlintas dalam benaknya. Tadi pagi ia sempat mendengar hal menarik yang dibicarakan Alex. Tepatnya waktu istirahat pertama. Alex, Shia dan dirinya berkumpul di kantin, memesan mie instan sembari bercerita seperti biasanya. Semuanya berkat Alex. Nick tersenyum lebar dan mulai mengetik sebaris kata kunci.

Riddle terbaru.

Tidak ada salahnya sekali-kali ia menebak riddle yang bertebaran di internet. Tadi pagi Alex bercerita tentang riddle-riddle yang ia temukan di sebuah situs bernama mengakubackpacker. Riddle adalah sebuah teka-teki berbentuk cerita dimana pembaca harus menebak kejanggalan cerita tersebut. Kata Alex, menebak riddle itu sangat sulit. Dari sekian banyaknya riddle dari situs tersebut, Alex hanya bisa menebak empat. Ironis memang. Namun Nick yang tadi hanya ikut menimpali Alex dan Shia menjadi ikut penasaran dan ingin mencobanya. Siapatahu ia bisa menebak lebih banyak dari sahabatnya dan membangga-banggakan dirinya besok, mengolok-olok Alex yang payah dalam menebak teka-teki. Membuat dirinya tampak hebat di depan sahabat-sahabatnya.

Nick tersenyum jenaka memikirkannya—kemudian senyuman itu hilang, digantikan dengan ekspresi datar dengan mata yang melongo.

“Hah?”

kokuchou.net

kokuchou.net

kokuchou.net

Nick heran. Hasil pencaharian dari kata kunci “riddle terbaru” sungguh tidak wajar. Tidak ada blog khusus riddle yang dibicarakan Alex. Situs lainnya dan gambar-gambar yang berkaitan dengan riddle juga tidak muncul. Seluruh tajuk dan tautan diisi dengan kokuchou.net. Dari atas ke bawah, semuanya situs asing itu. Aneh.

Nick mengarahkan kursor mouse pada tautan teratas. Kalau di creepypasta yang biasa Rena baca, situs aneh itu sudah pasti deep web atau situs gelap terkutuk. Ia memang merinding memikirkan situasi tak biasa ini. Namun rasa ingin tahu selalu mengalahkan ketakutan—seperti yang Nick alami saat ini. Akhirnya Nick mengeklik tautan misterius itu sambil merasa was-was.

“Apaan ini?”

Nick terkejut dan juga merasa sedikit jengkel. Nick merasa dirinya sedang ditipu oleh seorang hacker. Atau bisa jadi sedang ada masalah dari pusat google. Situs itu hanya diisi oleh warna hitam. Tidak ada tulisan, gambar—semuanya gelap dan hampa. Seluruh isi situs itu hitam bagai langit malam tak berbintang. Bahkan Nick dapat melihat pantulan wajahnya sendiri pada layar laptop-nya.

Pasti ini ulah orang yang kurang kerjaan.

Nick memutuskan untuk menutup Google Chrome dan pergi tidur saja. Waktunya sudah banyak terbuang karena meladeni kerjaan orang usil. Ia mengeklik tombol close pada bagian kanan atas browser. Google Chrome tertutup dan Nick mengarahkan kursor pada bagian kanan desktop, mencari perintah shut down. Namun sebelum sempat mengeklik perintah tersebut, browser yang baru saja ditutupnya kembali muncul pada layar.

Situs hitam tadi muncul kembali.

Nick kaget sekaligus heran. Hal yang aneh terjadi lagi. Nick sudah cukup kesal dibodoh-bodohi tadi hingga sekarang. Berusaha mengabaikannya, Nick menutup Google Chrome.

Sayangnya situs hitam itu muncul kembali. Nick kembali menutup browser. Anehnya hal yang sama terulang kembali. Kokuchou.net terus-menerus muncul meski sudah ia tutup berulang kali. Lagi, lagi dan lagi, situs hitam itu terus memaksa untuk muncul.

Nick melepas earphone-nya sembari menatap layar laptop, memikirkan kejanggalan yang terjadi. Apakah laptop-nya terserang virus? Tidak mungkin. Seingatnya, ia tidak pernah mengunduh game dari situs-situs tak terpercaya. Ia selalu menginstall permainan dari kaset game resmi milik Alex. Anti Virus pun tak mendeteksi adanya bahaya dari game-game pemberian Alex.

Nick menghela napas lelah. Mungkin ini memang salahnya sendiri karena kurang merawat laptop-nya dengan baik dan tidak berhati-hati. Mungkin juga program Anti Virus miliknya tak sengaja melewati sebuah ancaman ketika sedang melakukan scan virus. Mungkin juga Nick tak sadar bila ia pernah membuka situs terlarang dan bervirus. Tidak ada yang bisa ia salahkan seandainya laptop-nya berhenti bekerja. Namanya juga benda, pasti tidak sempurna dan akan rusak pada waktunya. Laptop Nick ini juga bersejarah, sudah menemaninya sejak ia masih kelas 5 SD. Jadi ada kemungkinan juga laptop-nya sudah di ambang kerusakan.

Mungkin besok aku harus bawa ke tukang servis komputer…

Nick memutuskan untuk mengabaikan semua kejadian aneh malam ini. Tubuhnya sudah lelah dan matanya mulai mengantuk. Ia tak ingin bangun kesiangan dan ditertawakan oleh Alex serta teman-temannya yang lain. Tak lupa pelajaran pertama besok adalah matematika yang digurui oleh Bu Riska, guru tergarang dan paling disegani di sekolah. Besok saja ia urus laptop-nya sepulang sekolah. Prioritas utamanya saat ini adalah tidur.

Tanpa pikir panjang lagi, Nick langsung menekan tombol power pada keyboard hingga daya laptop mati sepenuhnya. Akhirnya situs menyebalkan itu tak mengganggunya lagi. Setidaknya kekesalannya dan keheranannya sudah mereda.

“..!”

Ketika Nick hendak meninggalkan laptop, tenggorokannya tercekat. Kedua iris cokelat remaja itu membelalak lebar dan keringat dingin mengalir pada dahinya. Tengkuknya serasa dingin. Bulu kuduknya berdiri. Jantungnya berdebar kencang, menghiasi keheningan suasana malam. Apa yang Nick lihat sekarang membuat tubuhnya beku, mati rasa.

Apa yang Nick lihat membuat rasa takut menguasai jiwa dan raganya.

Pada layar laptop yang mati, tertulis sebaris kalimat misterius dengan ukuran font kecil berwarna merah darah. Sebuah kalimat sederhana namun cukup untuk membangkitkan rasa takut dalam dirinya.

“Kau tidak bisa kabur.”

Saat itu jarum jam menunjukkan tepat pukul dua belas.

Bersambung…

Kokuchou = kupu-kupu hitam. Kupu-kupu hitam dianggap sebagai pembawa malapetaka dan kematian.

Terima kasih telah membaca cerbung abal-abal dan amatiran saya. Mohon maaf bila ada kesalahan dan ketidaknyamanan. Kritik dan saran silahkan. Have a nice day minna 🙂

Iklan
0

[Cerbung Project] Black Butterfly Syndrome

Haloo. Ini adalah proyek cerbung saya bersama teman-teman saya. Masih berupa proyek sih, belum tentu selesai karena saya tidak berkomitmen #golok mana golok#

Judul cerbung ini terisnpirasi dari otome game Psychedelica of The Black Butterfly, meski saya belum memainkan game tersebut dan jalan cerita cerbung ini ngga berhubungan dengan game itu. Cerita ini bertema dark dan terinspirasi dari creepypasta, deepweb dan Corpse Party, meski juga tidak berhubungan dengan Corpse Party. Dapat ide ini habis nonton Corpse Party :v

Oke, mari sambut sinopsis dan perkenalan karakter.


Sinopsis

Nicky—dipanggil Nick oleh kawan-kawannya—hanyalah seorang siswa kelas 9 SMP dengan kehidupan yang berjalan normal. Ia sering berkumpul bersama sahabatnya, belajar di sekolah, bermain game online dan hal-hal lain yang dilakukan oleh remaja pada umumnya. Hingga suatu malam dirinya yang sedang jenuh tak sengaja menjumpai situs misterius dengan tautan kokuchou.net. Dilanda rasa kesal karena situs itu terus muncul meski sudah ia keluarkan berkali-kali, Nick langsung mematikan laptop-nya. Tiba-tiba sebuah kalimat berwarna merah darah muncul pada layar laptop-nya yang sudah mati. Sebaris kalimat yang membuat perutnya serasa dihuni oleh kupu-kupu hitam yang memberontak keluar, membuat bulu kuduknya berdiri dan jantungnya berdegup kencang. Nick berusaha melupakan hal tersebut dan segera tidur. Esoknya kelas Nick kedatangan seorang siswi pindahan bernama Airi. Entah hanya perasaan atau delusinya, ia merasa pernah bertemu dengan gadis itu sebelumnya…


Karakter

1. Nicky / Nick
Golongan darah: O
Hal yang disukai: Mobile Legends
Hal yang tidak disukai: Orang yang merepotkan
Nick adalah karakter utama dari cerbung ini dan merupakan pribadi yang cerewet dan mudah bergaul. Namun semenjak mendapat teror dari situs misterius, hidup Nick tak lagi sama. Pertama kali bertemu Airi, Nick merasa pernah bertemu gadis itu sebelumnya.

2. Airi
Golongan darah: AB
Hal yang disukai: Mie instan, hal-hal berbau horor
Hal yang tidak disukai: ???
Seorang siswi pindahan di kelas Nick—kelas 9-A. Airi langsung bersahabat dengan Nick beserta kawan-kawannya. Sikapnya unik dan aneh. Airi menyukai hal-hal yang berbau horor.

3. Shia
Golongan Darah: A
Hal yang disukai: yaoi, membaca dan menulis fanfiction, game
Hal yang tidak disukai: Flamer
Sahabat baik Nick. Mereka sudah berteman sejak kecil dan Shia selalu mendengar keluh-kesah Nick. Shia adalah pencinta genre BL. Saat ini sedang jatuh cinta dengan DRAMAtical Murder

4. Skye
Golongan Darah: O
Hal yang disukai: sesuatu yang berkaitan dengan bisnis dan keuangan
Hal yang tidak disukai:
Teman Nick dari kelas sebelah—kelas 9-B. Pendiam dan tertutup, namun cerdas dan pintar—meski peringkatnya kalah dari Lyra.

5. Alex
Golongan darah: O
Hal yang disukai: Mobile Legends
Hal yang tidak disukai: Bu Riska
Sahabat dekat Nick. Alex senang bercanda dan mengganggu orang. Meski begitu, Alex menghargai persahabatannya bersama Nick dan kawan-kawan.

6. Rena
Golongan darah: B
Hal yang disukai: Game
Hal yang tidak disukai: Orang yang galak
Sahabat Nick. Seorang gadis berhati lembut, namun sedikit cengeng dan sensitif.

7. Lyra
Golongan darah: A
Hal yang disukai: Anime, olahraga
Hal yang tidak disukai: Teman palsu
Teman Nick dari kelas sebelah dan sekelas dengan Skye. Lyra rajin belajar dan merupakan salah satu murid teladan di sekolah, namun sikapnya tomboy.

8. Debora
Golongan Darah: O
Hal yang disukai: Yaoi
Hal yang tidak disukai: Mantan, pengkhianatan
Sahabat Shia yang juga merupakan pencinta yaoi.


Kira-kira itu saja perkenalan karakter dan info-info mengenai cerbung ini. Jika ada info baru, maka postingan ini akan saya edit dan tambahkan.

Terima kasih telah berkunjung dan selamat menunggu Black Butterfly Syndrome #hati-hati author php#

Have a nice day 🙂

0

[Short Review] Monochrome Heaven

screenshot0036

Title: Monochrome Heaven (モノクロオムヘヴン)
Developer: DIGICLA, Twin Project (English Translation)
Platform: PC
Genre: Otome game, ADV, doujin, romance, dark, implied rape and murder
Links: official siteofficial site (ENG) – vndb

Ini review otome game pertama saya sekaligus post pertama saya pada blog ini. Mungkin ada sedikit spoiler dalam review saya dan tata bahasanya amburadur. Silahkan dinikmati 😀

Monochrome Heaven menceritakan tentang Misaki Runa (nama dapat diubah), seorang penjual bunga di pinggiran kota Higashito—kota bernuansa abu-abu dan hancur akibat perang. Tiba-tiba Runa terbangun dan sudah berada di sebuah mansion mewah. Seorang pria bernama Kamishiro Akito membelinya untuk menjadikan Runa calon pengantinnya. Akito berkata bahwa keluarga Kamishiro memiliki sebuah kutukan tiap generasi, yakni dimana mereka akan meninggal sebelum usia mereka mencapai 25 tahun (entah karena kebetulan, kecelakaan, atau pembunuhan). Demi menghilangkan kutukan tersebut, Akito harus menikah sebelum ulang tahunnya yang ke-25, 14 hari kemudian. Runa bertanya mengapa Akito memilih dirinya yang serba biasa dan monoton itu. Namun Akito tidak peduli dan akan mengetes Runa, apakah dia cocok atau tidak untuk menjadi pengantinnya. Akito memberi satu syarat yang harus dipenuhi Runa; sarapan dan makan malam bersamanya setiap hari. Jika Runa gagal, maka Akito akan langsung mengeliminasinya. Dan selama berjalannya waktu, banyak rahasia dari keluarga Kamishiro yang akan terungkap…

Dalam game ini, ada lima karakter yang bisa diincar. Pertama, Kamishiro Akito, pria yang membeli Runa dan menjadikannya tunangannya. Kamishiro Asuka, saudara kembar Akito yang terlihat kesepian dan memiliki pribadi yang unik. Kamishiro Riku, adik lelaki Akito dan Asuka yang terlihat kasar dan penyendiri. Misaki Ryuuto, kakak sepupu Runa yang meninggalkan kenangan berbekas pada Runa. Dan Touma, butler keluarga Kamishiro yang misterius dan minim ekspresi.

Rute per karakter cukup singkat, kira-kira sekitar 40 menit lebih. Untuk play order, saya mengikuti saran dari website, yakni Akito > Asuka > Riku > Ryuuto > Touma. Untuk menghindari spoiler seluruh game, sebaiknya memainkan rute Akito terlebih dahulu dan Touma terakhir. Dan jika selesai memainkan satu rute karakter (dari Akito hingga Ryuuto), hal itu tidaklah cukup untuk menuntaskan game ini. Masih ada pertanyaan yang belum terjawab setelah menamatkan happy ending tiap karakter. Misal setelah menamatkan happy ending Akito, asal muasal kutukan keluarga Kamishiro ini belum terkuak dan mengharuskan pemain menamatkan semua rute karakter, termasuk Touma yang menguak segalanya.

Untuk jumlah ending, terdapat 20 ending. 5 happy ending tiap karakter dan 15 bad ending. Untuk mendapatkan happy ending cukup menantang. Pemain harus berhati-hati memilih keputusan. Sekali salah langkah, bad ending menanti. Happy ending masing-masing karakter pun tidaklah happily-ever-after seperti game-game Otomate dan selalu meninggalkan sedikit kesan bittersweet.

Untuk karakter, masing-masing memiliki kepribadian yang unik dan masa lalu tiap karakter cukup membuat penasaran. Terkadang, saya juga merasa simpati dengan masa lalu mereka. Dan juga terkadang merasa WTF dengan tindakan tiap karakter XD. Runa sebagai heroine yang penurut dan terlihat lemah pun tidak membuat saya jengkel dan terkesan natural. Karakter favorit saya Riku karena dia unyu dan sangat precious. Untuk romance, saya lebih memilih Akito bersama Runa. Saya merasa Akito membutuhkan Runa, dan sebaliknya.

Untuk musiknya, saya cukup menikmatinya. Saya senang mendengar BGM dari title screen-nya, terasa sekali kesan ghotic-nya. Opening theme-nya juga menggambarkan suasana dan tema game ini. BGM lainnya di dalam game juga cukup menenangkan menurut saya.

Sebagai doujin game, Monochrome Heaven cukup bagus dan menarik. CG-nya tidak begitu banyak, 3 untuk masing-masing karakter. Meski ada sedikit CG yang kurang proporsional, namun pewarnaan pada CG cocok untuk menggambarkan kesan gelap pada game ini.

Namun saya tidak begitu merekomendasikan Monochrome Heaven pada semua pemain. Tema-nya sangat gelap dan terdapat hint kekerasan serta hal-hal tak lazim lainnya. Dan personaliti beberapa karakter mungkin akan terasa creepy bagi sebagian orang. Happy ending-nya mungkin juga akan sedikit mengecewakan ekspetasi pemain. Tetapi jika anda penikmat game bernuansa gothic dan plot gelap serta tidak menuntut akhir yang bahagia, maka Monochrome Heaven cocok untuk anda. Selain gratis dan singkat, cukup untuk mengisi waktu luang. Dan juga, terima kasih kepada Twin Project yang telah menerjemahkan game ini ke dalam bahasa Inggris :D. Dan meskipun tema game ini sangat gelap dan serius, saya menikmati Monochrome Heaven dan twist pada setiap karakternya XD.

screenshot0030

Sekian review pertama dari saya. Pilihan kata yang saya gunakan sangat amburadur. Mohon maaf bila terdapat kata yang tidak berkenan. Terima kasih telah membaca dan jangan segan-segan untuk berkomentar. Have a good day :D.